Rayuan Alam
Senja mulai beranjak pergi
Di kala mata mulai terpesona
Akankah dia paham akan hati?
Gelutan jiwa yang tak akan henti
Bolehkah pinak akan menanti?
Dengan syair melodi yang tak henti
Menyayat jiwa relung hati
Atas harap yang dinanti-nanti
Apakah semesta tak memberi kau hati?
Kau buta...
Kau tuli...
Kau bisu...
Dibalik jerami, kau memahami
Kala mawar mulai mekar
Kau mengerti akan arti
Diam, dan berhenti
Alam sejenak akan mengusikmu
Menyayati relung jiwamu
Alam akan merayumu
Terpanah akan jiwa yang sirnakan
Dalam matamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar